Monday, April 1, 2019

Konsep Parenting Nabawiyah Menurut Ustadz Budi Ashari


Ustadz Budi Ashara, Lc merupakan seorang yang berfokus kepada sejarah dunia islam, sesuai dengan pendidikannya ketika berkuliah di Al jami’ah A; Islamiyyah di Madinah Nabawiyyah yakni fakultas hadist dan dirosah. Ustadz Budi Ashari juga memprakasai lahirnya sebuah lembaga kajian yang beliau beri nama Cahaya peradaban Islam
Berdasarkan hasil dari eksplorasi kajian beliau mengenai sejarah islam diterapkan dengan konsentrasi pendidikan serta parenting. Beliau membangun beberapa lembaga pendidikan yang berbasiskan sejarah Islam misal Sekolah Khuttab Al Fatih, Parenting Nabawiyah dan juga Akademi Sirah Nabawiyah
Didalam tulisan saat ini kami akan menjelaskan 3 konsep utama didalam parenting Nabawiyah yang dibuat oleh Ustadz Budi Ashari. Parenting Nabawiyah yaitu sebuah konsep pendidikan keluarga yang berbasiskan Nubuwah (Kenabian). Rujukan utama dari parenting nabawiyah yaitu Al-Qur’an, hadits dan sejarah-sejarah bagaimana ulama zaman dahulu mendidik anak sehingga dapat melahirkan geenrasi yang sangat luar biasa. Tidak hanya bercahaya di Dunia tetapi juga gemilang sampai di Akhirat
parenting nabawiyah


1. Visi keluarga muslim



“Kalau orang hebat hari ini berpikir 250 tahun ke depan. Kita dibiasakan oleh Islam berpikir sangat-sangat jauh ; Sesudah kematian….” (Ustadz Budi Ashari Lc)


Ustadz Budi Ashari menjelaskan visi dari keluarga islam itu ada empat yaitu menyejukkan pandangan mata, menjadi pemimpin untuk masyarakat bertakwa, menjaga keluarga dari api neraka serta bersama sampai ke surganya. Empat hal ini wajib menjadi cita-cita utama dalam setiap rumah tangga muslim.
Rumah tangga itu seperti kendaraan. Dia dipakai untuk menempuh sebuah perjalanan. Semua anggata keluarga merupakan penumpang dengan perannya masing-masing. Untuk penumpang ayah dan ibu ibarat seperti nahkoda dan navigatornya. Merekalah yang mempunyai rencana untuk mengumumkan kepada semua anggota keluarga: tujuannya, berapa lama perjalanan, serta apa yang akan dikerjakan ketika sudah sampai tujuan. Begitu Ustadz Budi Ashari menjelaskan. Beliau juga menyatakan keluarga merupakan asal mula beridrinya peradaban Islam yang megah. Pemimpin yang spesial itu awalnya dari keluarga yang spesial juga, pemimpin yang dapat membahagiakan masyarakat juga berasal dari keluarga yang apabila dipandang menyejukkan dan pemimpin yang spesial adalah karya kombinasi antara suami istri. Dan inilah yang merupakan tugas utama dari sebuah keluarga. Untuk memperoleh visi ini, pastinya perlu memakai metode-metode yang sudah teruji ketika membangun peradaban Islam sejak zaman dahulu yakni metode parenting Nabawiyah



2. Melahirkan generasi penegak khilafah


“Ternyata masa depan yang dipikirkan orang tua hanya masa kini. Masa depan sesungguhnya adalah kebesaran islam” (Ustadz Budi Ashari Lc)
Rasulullah SAW bersabda yang diriwayatkan oleh HR.Ahmad :
“Nubuwah ada pada kalian sampai Allah kehendaki, hingga dihilangkan ketika Dia menghendakinya. Kemudian Khilafah di atas manhaj (sistem aturan) nubuwwah sampai Allah kehendaki, hingga dihilangkan ketika Dia menghendakinya. Kemudian kerajaan yang menggigit sampai Allah kehendaki, hingga dihilangkan ketika Dia menghendakinya. Kemudian kerjaan yang diktator sampai Allah kehendaki, hingga dihilangkan ketika Dia menghendakinya. Kemudian Khilafah di atas manhaj nubuwwah. Kemudia beliau diam.”

Fase Khilafah akan muncul kembali diatas Manhaj Nubuwwah. Para pemimpinnya merupakan pemimpin-pemimpin yang terkenal adil dalam mensejahterakan rakyatnya. Rakyatnya merupakan orang—orang yang beriman yang selalu berusaha dalam rasa taat kepada Allah SWT serta Rasul-Nya. Salah satu konsep utama dari parenting Nabawiyah yaitu menciptakan generasi kita untuk generais penegak khilafah. Selalu berdo’a kepada Allah, berupaya menciptakan kepribadian yang shaleh atau shaliha dalam diri anak sehingga dapat menjadi generasi yang dibutuhkan saat fase kebangkitan Islam nanti.


3. Melahirkan generasi pembuka roma


“Carikalan pendidik yang bukan saja berilmu tinggi tapi juga berakhlak mulia. Karena seringkali sesuatu yang tidak terucapkan tetapi terajarkan” (Ustadz Budi Ashari, Lc)

Rasulullah SAW membandingkan antara pembuka Konstantinopel serta pembuka Roma. Dari sini kita bisa belajar sekaligus mengambil inspirasi jika kualitas dan cara melahirkan mereka perlu disamakan serta disejajarkan. Sehingga kita perlu belajar bagaimana Muhammad Al Fatih – Sang penakluk konstantinopel dididik sebagai acuan mendidik generasi kita supaya menjadi generais pembuka Roma.



Begitulah konsep pendidikan Parenting Nabawiyah yang dijelaskan oleh Ustadz Budi Ashari. Sebuah konsep yang tak hanya sudah teruji dari pengalaman dan hasil eksperimannya dapat melahirkan generasi hebat namun juga telah teruji dan terpercaya sumbernya yakni jalan kenabian

0 comments:

Post a Comment