Tuesday, September 3, 2019

Cara Merawat Pohon Durian Yang Benar

Saat ini pohon durian sedang populer di masyarakat karena selain buahnya enak juga memiliki nilai ekonomis yang tinggi. Namun sebelum melangkah lebih jauh dalam menanam durian, ada baiknya anda perlu mengetahui cara merawat pohon durian yang benar dibawah ini



1. Pupuk Untuk Durian 


Sebelum proses pemupukan dimulai lebih baik anda harus perhatikan kondisi tanah, kebutuhan tanaman terhadap pupuk serta unsur hara yang terdapat di tempat pohon durian tersebut  tumbuh. Memiliki pengetahuan tentang keadaan tanah sangatlah penting supaya kita dapat mengetahui dosisi serta jenis pupuk yang cocok untuk dipakai. Umumnya jenis pupuk yang sering dipakai untuk proses pemupukan bibit durian bawor, musang king atau montong yaitu  pupuk kandung, kompos, hijau serta pupuk kimiawi.

Dengan teknik dan dosis yang tepat, pemupukan dapat menjadikan tanaman subur serta cepat berbuah. Ketika sudah ditanam selama tiga bulan durian akan memerlukan proses pemupukan susulan yaitu berupa NPK (15:15:15) dengan dosis 200 gram per pohon. Lalu pupuk susulan NPK perlu dilakukan secara rutin selama  1x dalam 4 bulan sampai  umur  tanaman mencapai usia tiga tahun. Kemudian, selama setahun sekali pohon durian diberi pupuk organik seperti kompos atau pupuk kandang dengan kisaran 60-100 kg per pohon pada saat musim kemarau. Proses pemupukan dikerjakan dengan cara menggali lubang yang mengelilingi bagian bawah batang di bawah mahkota tajuk paling luar dari tanaman.

Pohon durian yang sudah berusia tiga tahun umumnya sudah mulai membentuk batang serta tajuk. Sesudah itu, setiap tahunnya durian memerlukan tambahan 20-25% pupuk NPK dari dosis yang sebelumnya. JIka pada tahun ketiga durian diberi pupuk 1000 gram NPK per pohon maka nantinya pada tahun ke empat dosisnya dinaikkan menjadi 1200-1250 gram NPK Per pohon. Keperluan pupuk kandang nantinya juga akan bertambah menjadi 100-200 kg / pohon. Ketika akan berbunga durian, pohon memerlukan NPK 10:30:10. Pupuk ini  disebar ketika tanaman sudah selesai membentuk tunas baru / pada saat menjelang tanaman berbunga.

 

2. Cara Memupuk 


Galilah sebuah lubang berbentuk lingkaran yang mengitari tanaman yang telah disesuaikan dengan lebar tajuk pohon. Kedalaman lubang yang disarankan 20-30cm. Tanah bekas galian tadi dipisahkan untuk digunakan menutup kembali setelah proses pemupukan selesai pada tanaman. Setelah selesai dan lubang telah ditutup periksa kondisi tanah. Jika dirasa kering lakukan penyiraman.



3. Pemeliharaan Tanaman 


Pada tanaman buah durian juga harus dilakukan proses penjarangan buah dengan tujuan mengantisipasi kematian durian serta supaya tidak menghabiskan energy ketika proses pembuahan. Penjarangan juga mempengaruhi usia, rasa,ukuran buah serta jumlah buah yang tumbuh setiap tahunnya. Penyiangan juga harus dilakukan supaya tidak muncul persaingan dengan tanaman liar lainnya missal rumput yang biasanya tumbuh disekeliling pohon pada saat masa pertumbuhan. Penyiangan dilaksanakan di diameter 1 M pada setiap pohon. Selain kedua proses diatas, masih ada lagi proses pemotongan akar pohon sehingga tidak menghalangi pertumbuhan vegetative tanaman hingga 40% selama kurang lebih satu musim. Selama itu juga pohon tidak dipangkas. Proses pemotongan akar tidak hanya membuat pohon durian lebih cepat berbuah namun juga meningkatkan kualitas buahnya yang lebih padat serta bertahan lebih lama.

Tanaman buah Durian juga membutuhkan peremajaan, terutama untuk tanaman yang sudah berusia tua serta sudah tidak produktif lagi namun tidak dengan membongkar ataupun menggantinya dengan tanaman baru yakni dengan cara memangkasnya. Sesudah 2-3 minggu maka akan muncul tunas tunas baru.

 

4. Pengairan dan Penyiraman 


Pengairan serta penyiraman harus dilakukan karena durian memerlukan air yang cukup banyak selama masa pertumbuhan. Pastinya air yang dipakai tidak boleh sampai menggenangi tanaman dalam jangka waktu yang lama. Oleh karena itu harus dibuat sistem saluran air atau disebut drainase supaya air mengalir dan tidak menggenangi pohon durian.

Sebagian petani ada yang menambahkan zat pengatur tumbuh (ZPT). Zat ini memiliki fungsi untuk mempengaruhi jaringan-jaringan di organ penting pohon.  ZPT tidak dapat memberikan unsur hara tambahan pada pohon. Pemakaian dari ZPT ini harus sesuai dosis serta cara yang sudah ditetapkan karena jika salah dalam penanganan dapat membuat tanaman melemah bahkan sampai mati. ZPT digunakan dengan cara dicampurkan saja.

Sementara untuk hama yang harus diwaspadai yaitu penggerek buah, lebah mini, ulat, kutu loncat, dll. Dan penyakit yang umumnya menyerang pohon durian selama masa pertumbuhan antara lain Phytopthora parasitica serta pythium compectens, kanker bercak serta jamur parasite.

 

0 comments:

Post a Comment